Lagi, Bendera Merah Putih Berkibar Di Podium Puncak ISCC Korea Selatan

Tim dan Mobil Hybrid Yang Menjuarai ISCC 2017 Korea Selatan | foto dok. pak MW
Tim dan Mobil Hybrid Yang Menjuarai ISCC 2017 Korea Selatan | foto dok. pak MW

Senin (15/5/2017) pekan lalu, 12 mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tergabung dalam Garuda UNY Racing Team (GURT) bertolak ke Korea Selatan. Didampingi oleh 2 dosen, yaitu M. Wakid, M.Eng dan M. Amri MT, Mereka ke Negeri Gingseng untuk mengikuti kompetisi International Student Car Competition (ISCC) 2017 yang diselenggarakan pada tanggal 19 – 20 Mei 2017.

Event ISCC adalah kompetisi kendaraan hemat energi dan ramah lingkungan yang diselenggarakan oleh Korean Transportation Safety Authority (KOTSA) Korea Selatan. Kategori utama yang dilombakan adalah mobil listrik dan mobil Hybrid (kombinasi antara motor bakar dan listrik). Kompetisi tahunan tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai Negara, seperti India, Mongolia, Indonesia dan Korea Selatan tentunya. Tahun ini, tim hanya mengikuti kompetisi mobil Hybrid.

Mengulang Kemenangan 2 Tahun Lalu

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) rutin mengikuti ISCC (dahulu ISGCC -International Student Green Car Competition) Korea Selatan, sejak tahun 2013. Sejak pertama berpartisipasi, mahasiswa UNY yang tergabung dalam GURT langsung menyabet Juara 1 Kategori Creative Technology. Tahun 2014, Mereka meraih Juara 1 Endurance, Juara 1 Acceleration dan Juara 2 Creative Technology.

Setahun kemudian, yaitu 2015, Meraka meraih gelar juara tertinggi, yaitu Best of Best Award, yang merupakan Juara Umum karena mendapat skor tinggi pada berbagai kategori lomba. Atas raihan tersebut, Lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan dan Bendera Merah Putih berkibar di panggung utama ISCC Korea Selatan.

Tahun ini, 2017, tim mahasiswa UNY kembali mendapat penghargaan tertinggi, yaitu Best of Best Award. Prestasi tersebut diraih berkat akumulasi Juara 1 Endurance, Juara 1 Acceleration dan Juara 2 Manuver. Alhasil, bendera Merah Putih berkibar di podium puncak International Student Car Competition.

Pemberian penghargaan Best of Best Award ISCC 2017 Korea Selatan | foto dok. Pak MW
Pemberian penghargaan Best of Best Award ISCC 2017 Korea Selatan | foto dok. Pak MW

Kerja Tim Yang Solid

Event otomotif terbesar untuk mahasiswa di Korea Selatan ini diraih bukan tanpa kendala. Kendala utama adalah masalah teknis, karena harus melakukan perakitan dan penyetelan ulang. Sebab, mobil dikirim dari Indonesia ke Korea dalam bentuk “protolan”. Butuh waktu untuk merakit ulang dan penyesuaian penyetelan sistem-sistem.

Kemarin rem-nya bermasalah pak. mBanting ke kiri” salah satu kendala yang disampaikan Agung Gumelar, salah satu mahasiswa GUT yang baru pulang ke Indonesia Minggu (22/5) kemarin.  Ternyata, sistem rem membutuhkan penyetelan ulang, agar tenaga rem terdistribusi merata pada setiap roda. Namun, memang nampaknya terjadi masalah serius pada rem saat perlombaan. Akibatnya, tim hanya bisa mendapat Juara 2 pada uji Manuver.

“terus kabel-kabel juga sempat bermasalah pak. Waktu mobil belok, mesin listrik-nya mati. Ternyata ada kesalahan penempatan kabel, jadi kejepit” Mahasiswa semester 2 itu menambahkan masalah yang sempat terjadi. Berkat keuletan dan kerjakeras Mereka, berbagai masalah tersebut dapat teratasi. Berkat keuletan, kerjasama dan kerja keras anggota GUT, KOTSA menganugrahkan penghargaan “Best Teamwork Award”.

Bukan sekedar piagam dan uang pembinaan yang menjadi fokus tim yang jauh-jauh datang ke Korea, melainkan sebagai bentuk perhatian dan upaya anak-anak muda Indonesia untuk turut mengembangkan kendaraan. Utamanya kendaraan yang hemat energi dan ramah lingkungan. Harapannya, suatu saat kendaraan tersebut dapat dikembangkan lagi menjadi lebih baik.

Sudah Juara Mobil Hybrid, Apa Selanjutnya?

Mobil Itu buat sendiri atau beli?”; “Apa tindak lanjut dari mobil Hybrid UNY?”; “Kapan diproduksi massal?”; adalah beberapa pertanyaan yang kerap diterima oleh sivitas akademik UNY, utamanya Jurusan Pendidikan Teknik Otomotif.

Pertama, “Mobil Itu buat sendiri atau beli?”. Baik mobil Listrik maupun mobil Hybrid, dirakit sendiri oleh mahasiswa, yang dibimbing oleh berbagai dosen sesuai keahlian masing-masing dosen. Untuk body dan chassis, dibuat sendiri di bengkel Kampus. Untuk mobil Hybrid, menggunakan motor listrik dan mesin sepeda motor Honda Vario 125 cc yang kapasitasnya dikurangi. Sedangkan untuk komponen pendukung (parts kendaraan), Tim membelinya dari berbagai distributor, bahkan ada beberapa komponen yang harus dibeli luar negeri. Kemudian parts tersebut dimodifikasi sesuai kebutuhan dan regulasi ISCC Korea Selatan.

Pertanyaan kedua: “Apa tindak lanjut dari mobil Hybrid UNY?”. Untuk mobil Hybrid hasil pengembangan mahasiswa memang khusus untuk kompetisi. Mobil tersebut dikembangkan dan dimodifikasi lagi guna menyesuaikan dengan regulasi dan pertimbangan kompitisi. Tidak untuk kebutuhan lain.

“Kapan diproduksi massal?” Saat ini, sivitas akademik UNY sedang berupaya mengembangkan mobil Hybrid dalam bentuk City Car. Ini adalah project jangka panjang, hingga 5 tahun ke depan. Tahun pertama, 2017, diawali dengan analisis kebutuhan dan desain kendaraan. Analisis kebutuhan diperlukan untuk menghimpun berbagai kebutuhan masyarakat akan kendaraan, dengan harapan agar kendaraan yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Mari Kita doakan agar pengembangan mobil hemat energi dan ramah lingkungan ini dapat terwujud.

Artikel ini juga dipublikasikan di Kompasiana.com 

Facebook Comments
Sobat OTONEWS, Jangan lupa untuk share dan comment ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *