Sepeda Motor Matic Diubah Jadi Mobil “Formula1” Hybrid Yang Berprestasi Internasional

Mesin Vario 125 CC Untuk Mobil Hybrid UNY (Sumber Gambar: Dokumentasi OTOnews dan GURT)
Mesin Vario 125 CC Untuk Mobil Hybrid UNY (Sumber Gambar: Dokumentasi OTOnews dan GURT)

Kreatifitas, sesungguhnya muncul dari sebuah keterbatasan. Namun, kreatifitas dapat berkembang tanpa batas. Seperti yang dilakukan oleh mahasiswa pecinta otomotif di Universitas Negeri Yogyakarta ini. Mahasiswa yang tergabung dalam Garuda UNY Racing Team (GURT), memiliki kreatifitas yang tak terbatas. Di tangan dingin, lincah dan penuh energi itu, GURT “menyulap” sebuah sepeda motor matic 125cc menjadi sebuah mobil, yang mirip dengan mobil pada ajang Formula1.

Berawal dari sebuah harapan, yaitu sumbangsih untuk perkembangan teknologi otomotif di Indonesia, sekumpulan anak muda GURT menyatukan ide, pengetahuan dan keterampilan untuk membangun sebuah kendaraan ramah lingkungan. Gayung bersambut, harapan yang disertai kerja keras itu didukung penuh oleh pihak universitas (UNY).

Tak hanya didukung oleh universitas tempat mahasiswa GURT bernaung, tetapi juga didukung oleh berbagai perusahaan/industri, mulai dari industri kecil, menengah hingga perusahaan skala Internasional. Seperti Kawan Lama, ISTW, Garuda Indonesia, Honda, Keizer Aluminium Wheels dan masih banyak lagi.

Pada suatu kesempatan, Honda menghibahkan sebuah sepeda motor matic, Vario 125 cc kepada mahasiswa GURT. Kemudian mahasiswa kreatif tersebut menjadikan “jeroan” Vario menjadi dapur pacu mobil Hybrid. Mobil Hybrid adalah mobil yang digerakkan dengan motor bakar (mesin pembakaran) dan motor listrik. Mobil Hybrid hasil pengembangan mahasiswa UNY tersebut diberi nama Hybrid Vehicle Odyssey (HVO). Begini penampakannya:

Vario CBS ISS Hibah dari Astra Honda Motor (Sumber Gambar: OTOnews dan ft.uny.ac.id)
Vario CBS ISS Hibah dari Astra Honda Motor (Sumber Gambar: OTOnews dan ft.uny.ac.id)

Tentunya, mobil hybrid tersebut bukan hanya untuk pajangan di kampus atau sekedar untuk dipamerkan. Melainkan dimanfaatkan untuk kompetisi otomotif tingkat Internasional. Tahun 2014, Garuda UNY Racing Team (GURT) membawa mobil Hybrid tersebut Ke Korea Selatan, untuk mengikuti ajang International Student Green Car Competition (ISGCC). Tim tersebut sekaligus mewakili Indonesia dalam kompetisi mobil balap ramah lingkungan yang populer di Korea Selatan, satu-satunya wakil dari Indonesia.

Keberanian melangkah ke Korea Selatan bukan sekedar “iseng” atau meramaikan saja. Tim GURT melangkah optimis ke Korea setelah 4 tahun berturut-turut menjuarai Kontes Mobil Listrik Indonesia (KMLI), dari tahun 2009 hingga 2012. Tahun 2013, GURT juga telah mengikuti ajang ISGCC di Korea, namun “hanya” meraih predikat The Best Creative Technology. Dengan bekal itu, Mereka yakin bisa meraih prestasi yang lebih besar di luar negeri.

Untuk membuktikan lebih “kehebatan” mahasiswa Indonesia di kancah Internasional, GURT berangkat ke Korea bukan hanya membawa Hybrid Vehicle Odyssey. Mereka juga membawa mobil listrik yang telah lama mereka kembangkan di kampus. Mobil listrik tersebut diberi nama Electric Vehicle Odyssey (EVO).

Tentunya GURT berangkat ke Korea bukan dengan tangan kosong, Mereka membawa 2 mobil balap ramah lingkungan, yang telah lama dikembangkan di UNY. Memang bukan mobil buatan sendiri, tetapi hasil perakitan yang menggabungkan bebagai komponen. Kecuali rangka dan body dan sistem kontrol elektronik, yang merupakan hasil karya pikiran dan tangan kreatif Mereka. Kedua mobil balap itu adalah mobil Listrik  yang bernama   dan Mobil Hybrid (Kombinasi motor bakar dan motor listrik) dengan nama  HVO (Hybrid Vehicle Odyssey).

Bagaimana hasilnya?

Luar biasa, Mereka berhasil mendapat juara di beberapa aspek lomba ISGCC Korea Selatan 2014. Di kelas mobil Hybrid, HVO berhasil meraih Juara Pertama Akselerasi dari 15 peserta yang berasal dari berbagai negara. Sedangkan EVO, berhasil meraih Juara Ketiga di kelas mobil listrik, dari 45 peserta yang juga dari berbagai negara benua Asia. Selain itu, GURT juga meraih juara pertama untuk kategori Endurance (ketahanan). Alhasil, Lagu Indonesia Raya Berkumandang dan Bendera Merah Putih Berkibar di ISGCC Korea Selatan.

Tahun berikutnya, yaitu 2015, tim mobil UNY (GURT) kembali berjuang di kompetisi ISGCC Korea Selatan. Hasilnya sangat memuaskan,Mereka mampu meningkatkan prestasi dari tahun sebelumnya. Mereka meraih predikat  Best of The Best, prestasi tertinggi ISGCC. Mobil Hybrid yang dikembangkan dari sebuah sepeda motor, berhasil mengalahkan tim lain dari berbagai negara. Sungguh prestasi yang membanggakan, mengharumkan nama bangsa. Luar Biasa!

Juara Umum, Best of The Best ISGCC 2015 Korea Selatan (Sumber Gambar: Dok. GURT)
Juara Umum, Best of The Best ISGCC 2015 Korea Selatan (Sumber Gambar: Dok. GURT)

Pada tahun 2016, Mereka kembali mengikuti ajang ISGCC Korea Selatan, membawa mobil Hybrid bermesin sepeda motor matic. Meskipun tidak menjadi juara umum, karena permasalahan teknik, namun mereka tetap berhasil mengantongi beberapa gelar juara.

Begitulah potret kreatifitas dan kerja keras anak muda Indonesia, Mahasiswa Indoensia. Mereka bisa berkarya mengharumkan nama Bangsa.

Salam Otomotif!!!

Artikel terkait: Inilah Kehebatan Mahasiswa Indonesia DI Kompetisi Otomotif Internasional

(sebagian dari isi artikel ini sebelumnya telah diposting admin OTOnews di kompasiana.com)

Facebook Comments
Sobat OTONEWS, Jangan lupa untuk share dan comment ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *