Pengendara Sepeda Motor, Lebih Sayang Sepatu Atau Kaki?

berkendara saat hujan
berkendara saat hujan

Saat ini musim hujan seperti ini, ada hal-hal “aneh” yang dilakukan oleh pengendara, khususnya pengendara sepeda motor. Menggunakan jas hujan/ mantel adalah perilaku lumrah yang dilakukan pengendara sepeda motor saat musim hujan. Perilaku yang “tidak lumrah” dan cenderung “aneh” saat berkendara dikala hujan adalah berkendara tanpa alas kaki, alias telanjang kaki, alias “nyeker”.

Berkendara Tanpa Alas Kaki saat hujan (sumber gambar: malesbanget.com)
Berkendara Tanpa Alas Kaki saat hujan (sumber gambar: malesbanget.com)

Berdasarkan pantauan OTONEWS, cukup banyak pengendara yang rela berkendara tanpa alas kaki dan tentunya rela akan resiko yang akan dihadapi. Alasan melepas sepatu tentunya agar sepatunya tidak basah karena hujan dan bisa digunakan untuk esok hari. Mengganti alas kaki dengan sandal (biasanya sandal jepit), masih masuk akal. Lantas apa motivasi menanggalkan sepatu dan tidak menggunakan alas kaki saat berkendara? OTONEWS belum tahu pasti, belum ada kesempatan untuk bertanya kepada pengendara dengan perilaku seperti itu.

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah Ia lebih sayang sepatunya ketimbang kaki? Apakah Ia tidak tahu resiko berkendara tanpa alas kaki? Apakah Ia juga tidak tahu adanya kemungkinan benda tajam di permukaan Aspal yang dapat membahayakan? Apa Ia bisa memastikan bahwa kakinya tidak akan turun ke aspal hingga tiba di tempat tujuan? Dengan kondisi jalan raya yang sering macet dan lampu merah, rasanya mustahil tidak akan menginjakkan kaki di aspal. Sekali lagi, itu adalah hil yang mustahal!

Berkendara Tanpa Alas Kaki: Pahami Bahan Pedal Peseneling dan Rem

Untuk sepeda motor bukan Matic dan motor sport, memiliki pedal pemindah gigi/perseneling dan rem, yang sering diinjak pengendara. Kedua pedal tersebut terbuat dari bahan logam. Bahan logam, jika basah dapat berakibat pada rendahnya gaya gesek yang bekerja dipermukaannya alias licin. Untuk motor sport, yang biasanya menerapkan pedal perseneling dua arah (atas dan bawah), diberi lapisan komposit karet dan plastik. Namun, tetap saja licin jika terkena air, Karena bentuknya yang cenderung silinder/ oval.

Kondisi licin tersebut dapat mengakibatkan slip, apalagi jika menginjak pedal tersebut tanpa alas kaki. Slip dapat menggangu kontrol kendaraan. Slip yang terjadi saat menginjak pedal perseneling untuk memindah transmisi, dapat mengakibatkan sepeda motor mengalami hentakan. Ending-nya, dapat menabrak kendaraan di depan.

Apalagi jika slip terjadi saat akan menginjak pedal rem. Akibatnya, pedal tidak tertekan dengan optimal dan dapat mengurangi kinerja rem. Dampaknya, juga bisa menabrak kendaraan di depan. Jika pengendara menggunakan alas kaki, slip tersebut dapat diminimalisir atau bahkan terhindar dari slip.

Benda Berbahaya di Permukaan Aspal

Kita tidak bisa memastikan bahwa permukaan aspal bebas dari benda tajam atau benda berbahaya lain. Ketika hendak berhenti, baik saat lampu merah atau tempat lain, biasanya reflex langsung menurunkan kaki ke aspal. Sangat jarang orang yang terlebih dahulu mengamati kondisi permukaan aspal yang akan menjadi landasan kaki berpijak. Tidak sempat. Perilaku seperti itu, dapat membahayakan telapak kaki pengendara, jika saja ternyata aspal tempat mendaratkan kaki ada benda tajam seperti paku, pecahan kaca, batu tajam atau sejenisnya. Jika menggunakan alas kaki, tentu dapat melindungi telapak kaki.

Selain itu, kaki telanjang saat berhenti, di area lampu merah misalnya, berpotensi terkeda roda sepeda motor dari pengendara lain. Katakanlah pengendara lain, yang akan berhenti di sebelah kanan atau kiri Kita, mengalami ban slip terhadap aspal saat mengerem. Sehingga, kendaraan menjadi tak terkendali. Hal itu dapat mengakibatkan kaki Kita –yang tanpa alas kaki dan sudah dalam posisi kuda-kuda menyangga sepeda motor- akan tertabrak atau terlindas roda sepeda motor tersebut. Jika menggunakan alas kaki, khususnya sepatu, tentu akan mengurangi dampak buruk dari tertabrak atau terlindas roda sepeda motor.

Sedia Alas Kaki Cadangan Sebelum Hujan

Alas kaki yang paling aman dan nyaman bagi pengendara sepeda motor adalah sepatu. Katakanlah hanya memiliki sepasang sepatu untuk bekerja, Anda bisa menggunakan mantel sepatu saat berkendara diwaktu hujan. Banyak yang menjual mantel sepatu, bertaburan di situs jual beli online. Harganya bervariasi, sekitar Rp 40.000.

Jika hanya memiliki sepasang sepatu karena faktor ekonomi, dan 40 ribu untuk mantel sepatu masih dirasa mahal, jangan berkecil hati. Masih ada alternative lain, yaitu sepatu karet yang harganya murah. Dua tahun lalu OTONEWS beli sepatu karet, yang sering admin OTONEWS gunakan ketika mengendarai sepeda motor saat hujan. Harganya tidak mahal, hanya Rp 18.000.  Sekali lagi, hanya delapan belas ribu rupiah. Mahal atau murah memang relatif, tetapi untuk melindungi kaki, Rp 18.000 bukan harga yang tinggi. Bahkan harga sepatu itu hanya selisih sedikit dengan harga sandal jepit.

Jika memang benar-benar tidak ada sepatu cadangan, bisa menggantinya dengan sandal. Itu lebih baik daripada tidak menggunakan alas kaki. Alas kaki cadangan tersebut kan bisa disediakan dan disimpan di bagasi jok motor. Saat ini, hampir semua sepeda motor memiliki bagasi di bawah jok. Volume bagasi tersebut cukup untuk menampung alas kaki cadangan, menemani jas hujan yang biasanya disimpan di bagasi tersebut. Jika sepeda motornya tidak memiliki bagasi, bisa menyimpan alas kaki cadangan di dalam plastik, digantungkan di sepeda motor. Jika takut hilang di parkiran, alas kakinya dibungkus rapat, lalu masukkan tas.

Kesimpulannya, sayangi kaki Anda lebih dari sepatu. Sepatu bisa dibeli dimana saja. Tetapi jika kaki Anda terluka karena nyeker saat berkendara, tentu dampaknya akan sangat merugikan dan akan mengganggu aktivitas Anda.

(artikel ini sebelumnya telah admin OTONEWS posting di www.kompasiana.com)

Facebook Comments
Sobat OTONEWS, Jangan lupa untuk share dan comment ya

One thought on “Pengendara Sepeda Motor, Lebih Sayang Sepatu Atau Kaki?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *