Mobil Bensin “Latah” Menggunakan Turbocharger

 

Honda Civic Turbo (sumber gambar: honda-indonesia.com)
Honda Civic Turbo (sumber gambar: honda-indonesia.com)

Dahulu, penggunaan Turbocharger hanya popular di kalangan mobil diesel. Sebut saja Mitsubishi Strada atau Panther yang sukses dengan aplikasi Turbo-nya. Yang teranyar, Toyota Fortuner VN Turbo yang laris manis di pasar otomotif Nasional, yang dilihat dari namanya “Turbo”, tentu menggunakan perangkat Turbocharger. Disusul pesaing beratnya, Mitsubishi Pajero Sport 2.5L DOHC Commonrail Turbocharged and Intercooler, yang juga laris manis bak kacang goreng. Masih banyak lagi mobil diesel yang dilengkapi Turbocharger plus Intercooler, utamanya untuk kendaraan beban dan muatan berat.

Pada mesin diesel, Turbocharger terbukti mampu meningkatkan daya dan efisiensi konsumsi bahan bakar. Oleh sebab itu, pabrikan mobil ingin merasakan manfaat tersebut untuk mobil Gasoline Engine (mobil berbahan bakar bensin). Di Indonesia, Turbocharger memang sudah cukup lama digunakan pada mobil bensin. Namun, kebanyakan bukan bawaan standar alias perangkat tambahan (aftermarket). Cukup banyak penjual perangkat Turbo yang bisa ditanam diberbagai kendaraan bermesin bensin, tentunya dengan melakukan penyesuaian dudukan.

Selanjutnya, ada beberapa pabrikan mobil yang mencoba peruntungan dengan langsung menanamkan Turbocharger pada produknya. Contohnya, pabrikan asal Amerika, Ford, yang dengan percaya diri mengeluarkan Ford Fiesta Ecoboost. City Car imut namun garang tersebut hanya dibekali mesin 1000cc tetapi mampu menghasilkan daya 125 tenaga kuda.

Bandingkan dengan Fiesta tanpa Ecoboost (tanpa Turbo), yang kapasitas mesinnya 1.500cc, hanya mampu menghasilkan tenaga maksimal 112 tanaga kuda. Atau bandingkan dengan Grand New Avanza 1.329 cc yang hanya mampu menghasilkan tenaga maksimal 96,5 tenaga kuda. Turbocharger, mejadikan mesin berkapasitas kecil, mampu mengalahkan tenaga mesin yang berkapasitas lebih besar. Apalagi jika dibandingkan dengan mesin yang kapasitasnya sama, perbedaannya sangat signifikan.

Tetapi, sayangnya teknologi Ecoboost Ford tidak terlalu popular. Sehingga, penjualannya kalah bersaing dengan kompetitor di kelasnya. Ending-nya, Ford Indonesia “goyah” dan mundur teratur dari bursa otomotif Indonesia.

Ingin kembali mengangkat dan mempopulerkan Turbocharger, karena memang sangat bermanfaat, Toyota memperkenalkan produk teranyarnya, Toyota C-HR. Mobil berdesain futuristik tersebut dipamerkan  di ajang Geneva Motor Show pada 1 Maret 2016, dengan beberapa pilihan mesin, salah satunya mesin dengan kapasitas 1.200cc Turbocharged. Mobil tersebut berbahan bakar bensin dan menggunakan Turbocharger.

Tak ingin tertinggal dari Toyota, Honda pun “latah” menggunakan Turbocharger untuk mobil pasar Indonesia, yaitu pada mobil Civic Turbo. Sedan elegan dengan mesin 1500cc itu mampu memuntahkan tenaga 173 PS. Bandingkan dengan saudaranya, yaitu Honda City, yang sama-sama bermesin 1500cc, namun hanya menghasilkan tenaga 120 PS. Memang, mekanisme katup pada Honda City “hanya” Single Over Head Camshaft (SOHC), sedangkan Civic sudah menggunakan Double Over Head Camshaft (SOHC). Untuk urusan mekanisme katup, suplay bahan bakar dan tenaga yang dihasilkan, jelas DOHC lebih baik daripada SOHC. Meskipun DOHC juga menyumbang angka peningkatan daya, namun Turbocharger yang “menyempurnakan” penambahan tenaga tersebut.

Bagaimana angka penjualan Civic Turbo di Indonesia? Bagus! Dikutip dari laman Kompas.com, hanya cukup waktu 2 bulan bagi Civic Turbo untuk “menguasai” penjualan sedan di Indonesia. Hingga Agustus 2016, Civic Turbo sudah laku 842 unit. Angka penjualan itu sangat bagus untuk pasar sedan yang cenderung loyo.

Tak cukup hanya menguasai pasar sedan, Honda ingin menularkan kesuksesan Civic Turbo pada City Car Fenomenalnya, yaitu Honda Jazz. Kabarnya, Honda akan mengoperasi Jazz dan mencangkokkan Turbocharger. Karena Turbocharger sudah terbukti mampu meningkatkan daya, maka mesin Jazz akan “di-diskon”, dari 1300cc menjadi hanya 1000cc. Kan sudah ada Turbocharger, jadi tak perlu mesin besar untuk menghasilkan tenaga besar. Sama seperti Ford Fiesta Ecoboost, dari 1500cc menjadi hanya 1000cc, dengan tambahan perangkat Turbocharger.

Honda Jazz yang memiliki banyak “penggemar fanatik” dapat menjadi titik tolak perkembangan Turbocharger dan “kampanye” downsizing volume mesin. Dengan berbekal branding, promosi dan informasi detail Turbocharger ke konsumen, rasanya tidak sulit untuk menjualnya. Apalagi untuk perusahaan sekelas Honda, termasuk juga mobil keluaran Toyota, yang sudah sejak lama menguasai pasar otomotif Indonesia.

Semoga, duet mobil bensin dan Turbocharger ini dapat mendukung upaya hemat energi fosil, khususnya di Indonesia. Selanjutnya hal itu akan berdampak pada pengurangan muatan polusi dari gas buang kendaraan. Semoga.

 

 

 

 

Facebook Comments
Sobat OTONEWS, Jangan lupa untuk share dan comment ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *