All New Honda CBR250RR Versus Ninja 250

Honda All New CBR250 dan Ninja 250 (gambar: astra-honda.com dan kawasaki-motor.co.id)
Honda All New CBR250 dan Ninja 250 (gambar: astra-honda.com dan kawasaki-motor.co.id)

Saat gelaran Moto GP Sepang beberapa hari yang lalu (30/10/2016), Astra Honda Motor mengambil momen penting itu untuk kembali mengenalkan produk teranyarnya, yaitu All New CBR250RR. Sebelumnya, tepatnya pada Juli 2016, sepeda motor yang digadang-gadang sebagai produk “Anak Negeri” itu pertama kali dikenalkan pada publik di 8 kota besar di Indonesia. Memang, momen penting Moto GP Sepang terlalu sayang dilewatkan untuk pengenalan ulang, agar lebih tenar tentunya.

Ketenaran memang penting, tapi tidak menjamin penjualan. Ketenaran Kawasaki Ninja 250 adalah “musuh” besar bagi All New CBR250RR. Pintarnya Kawasaki dalam menyasar pasar anak muda melalui sinetron, membuat penjualan Ninja 250 kian kuat dipuncak. Belum terkalahkan.

Kuatnya Dominasi Kawasaki dan Yamaha di Kelas 250cc

Mari Kita sejenak melihat data tahun lalu. Tahun 2015, Kawasaki Ninja 250 laris terjual 11.538 unit, jauh meninggalkan kompetitor di kelasnya. Yamaha dengan jagoan di kelas 250cc, yaitu R25, “hanya” terjual 6226 unit. Jika ditambahkan dengan versi Naked R25, yaitu MT25 yang terjual 3.052 unit, maka total penjualan R25 berjumlah 9.251 (sumber: kompas.com). Bagaimana dengan penjualan CBR 250? Tidak diketahui angka pasti. Bahkan, kabarnya, pada bulan Januari-Februari 2015, CBR 250 belum laku terjual alias 0 unit.

Penjualan kurang memuaskan juga terjadi pada tahun sebelumnya, yaitu 2014, Honda CBR 250 “hanya” terjual 1.216 unit. Sedangkan Ninja 250 laris manis mencatatkan penjualan 18.945 unit, disusu R25 yang laku 15.334 unit. Pertanyaannya, bagaimana nasib CBR 250 dengan label “All New” di tahun ini?

Strategi Promosi “Produk Anak Bangsa”

Dalam salah satu press realese-nya di www.astra-honda.com, AHM menyebutkan bahwa All New CBR 250RR adalah motor ciptaan  anak bangsa. Dengan pengakuan tersebut, harapannya motor sport bermesin paralel twin cylinder ini akan diburu oleh masyarakat pecinta produk dalam negeri. Namun sayang, jika memang label motor ciptaan  anak bangsa ini untuk mendongkrak penjualan, maka itu bukan strategi yang efektif. Teknologi Jepang masih tersemat kuat di Honda dan itu sulit “dilupakan” masyarakat.

Marquez, Sang Pendongkrak Penjualan

Sudah menjadi tradisi, para pebalap Moto GP akan menjadi duta pabrikan tempat pebalap tersebut bernaung. Seperti Valentino Rossi yang menjadi ikon untuk produk Yamaha. Pun begitu dengna Honda, yang meminta Marc Marquez untuk menjajal sekaligus memamerkan All New CBR250RR di sirkuit Sentul pada bulan lalu. Juara dunia Moto GP 2016 sepertinya mampu menaikkan grafik penjualan motor sport premium Honda.

Bertambahnya penggemar Marquez di indonesia bisa menjadi titik penjualan awal yang manis untuk CBR 250. Meskipun umumnya pengaruh figur tidak terlalu signifikan dalam mendongkrak penjualan sepeda motor. Namun, jika AHM konsisten dengan promosi bersama Marquez, sedikit banyak akan membantu pemasaran motor dengan tenaga maksimal 36,8 PS itu.

Kuatkan Keunggulan Produk

Sekali lagi, figur atau bintang iklan hanya sedikit pengaruhnya terhadap penjualan suatu produk, karena masyarakat pintar dalam memilih produk unggul yang sesuai kebutuhan. Apalagi kuatnya Kawasaki dan Yamaha di pasar 250cc bukan sekedar mitos, yang menjadi saingan berat Honda. Maka, keunggulan All New CBR 250RR harus terus digaungkan.

Desain All New CBR 250 VS Ninja 250

Dari aspek desain body depan, CBR tampak lebih garang. Dengan lampu depan kecil dan sipit, membuat muka CBR tampak lebih futuristik dan dinamis. Sedangkan aspek aerodinamika fairing body, Ninja tampak lebih aerodinamis. Sedangkan untuk ergonomi, CBR lebih nyaman ditunggangi. Sebab, posisi jok, pijakan kaki (step) dan posisi stang membentuk segitiga dengan sisi atas yang nyaris sejajar. Posisi tersebut akan sangat nyaman untuk berkendara pada durasi lama dan kecepatan relatif tinggi.

Performa Mesin All New CBR 250 VS Ninja 250

Meskipun volume mesin yang nyaris sama, yaitu 249,7 cc untuk CBR dan 249 cc untuk Ninja, namun tenaga maksimal yang dihasilkan berbeda cukup signifikan. CBR menghasilkan tenaga 36,8 PS sedangkan Ninja “hanya” 32 PS. Namun, sayangnya jarang konsumen yang menjadikan tenaga maksimal sebagai salah satu pertimbangan untuk membeli sepeda motor. Karena memang tenaga maksimal “jarang digunakan”.

Mesin teknologi Honda juga dikenal lebih irit. Hal ini akan membantu angka penjualan CBR. Meskipun tak sedikit penggemar motor sport yang mempersoalkan efisiensi bahan bakar, namun ini masih menjadi pertimbangan banyak masyarakat.

Selain tenaga dan efisiensi mesin, hal kecil yang cukup menarik untuk disimak adalah suara mesinnya. Suara mesin Ninja memang khas. Tingkatan suara dari RPM rendah ke tinggi memiliki ritme yang halus dan diiringi  suara sangar di knalpot. Namun, Otonews.id lebih suka dengan auman CBR 250RR. Meskipun suaranya agak sedikit cempreng pada RPM rendah, namun begitu sangar saat RPM mulai Naik. Garangnya suara mesin CBR salah satunya disebabkan oleh rasio kompresinya yang sedikit lebih tinggi dari Ninja. Rasio kompresi CBR yaitu 11,5:1, sedangkan Ninja 11,3:1. Hal itu yang menyebabkan suara mesin CBR sedikit mirip dengan kuda besi pada Moto GP. Kemungkinan para penggemar Moto GP juga akan menyukai suara yang dihasilkan oleh mesin All New CBR 250R.

Bobot All New CBR 250 VS Ninja 250

Salah satu aspek yang tak kalah penting dan menjadi pertimbangan adalah bobot kendaraan. Selain unggul dari sisi tenaga maksimal, All New CBR juga unggul dari aspek bobot. All New CBR hanya berbobot  168 Kg, sedangkan Ninja 4Kg lebih berat. Bahkan, AHM mengklaim bahwa bobot All New CBR yang paling ringan dikelasnya.

Harga All New CBR 250 VS Ninja 250

Harga adalah pertimbangan penting saat berencana untuk membeli kendaraan. Namun, sengaja Otonews tempatkan pada akhir tulisan, agar Kita terlebih dahulu melihat keunggulannya. Pada event Indonesia Motor Show (IMoS) 2016 yang telah dibuka 2 November 2015 kemarin, AHM secara resmi mengumumkan harga jual All New CBR250RR. Nominal Rp. 62,9 juta untuk standar dan 68,9 juta untuk tipe ABS sepertinya masih relatif tinggi dibanding Ninja 250 yang “hanya” dibandrol Rp 58,8 juta. Namun, untuk Ninja 250 ABS, Kawasaki menghargainya lebih tinggi daripada CBR250RR ABS.

Melihat mahalnya sistem ABS, biasanya calon pemilik akan melirik yang tipe standar (tanpa ABS). Sehingga, pertarungan akan terpusat pada All New CBR250RR dan Ninja 250 standar tanpa ABS. Perbendaan harga sekitar Rp 4,1 juta atau 14 % memang akan membuat calon pembeli “galau”. Apalagi saat ini, Ninja sudah menguasai pasar. Maka bukan tidak mungkin calon pembeli yang masih ragu mentukan CBR atau Ninja, akan langsung memilih Ninja karena “banyak temennya”.

Meskipun AHM mengklaim telah mendapat 2.700 pesanan dari pelanggan, yang harus diperhatikan adalah bagaimana penjualan setelahnya? Jika saja AHM mengoreksi harga All New CBR250RR menjadi lebih rendah, maka angka indent 2.700 itu akan terus meningkat, termasuk untuk penjualan selanjutnya. Masyarakat pun akan memiliki pilihan yang menarik dengan harga yang menarik pula, selain Ninja 250.

Facebook Comments
Sobat OTONEWS, Jangan lupa untuk share dan comment ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *